en Instalasi Pengolahan Air Limbah- Medis / IPAL Medis https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/instalasi-pengolahan-air-limbah-medis-ipal-medis
 
 
 

IPAL Medis

Instalasi Pengolahan Air Limbah Medis / IPAL Medis adalah suatu proses pengolahan limbah buangan medis agar limbah buang medis menjadi layak buang atau ramah lingkungan.

Limbah medis yang tidak melalui proses pengolahan akan sangat berbahaya dibuang langsung kesaluran kota atau drainase, banyaknya kuman berbahaya, chemical obat obatan hasil dari operasinal kedokteran tidak boleh dibuang langsung sebelum melalui tahapan proses pengolahan air limbah khsusus medis.

Ingat jangan salah pilih Instalasi pengolahan air limbah, limbah medis tidak sama dengan limbah air lainnya, limbah medis pakai pengolahan limbah medis.

Sebelum memilih ketahui dulu kategori pengolahan air limbah :

1. Pengolahan Air Limbah Medis ( Limbah Rumah Sakit, Limbah Puskesmas, Limbah Klinik, Limbah Rumah Bersalin, Limbah Laboratorium,Limbah Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat lainnya).

2. Pengolahan Air Limbah Domestik ( Limbah Rumah Tangga, Limbah Restoran, Limbah Rumah Toko, Limbah Rumah Kantor, Limbah Apartemen, Limbah Hotel, Limbah Gedung Kantor, Limbah Gedung Pemerintah, Limbah Balai Pertemuan, Limbah Gedung Lainnya yang banyak aktifitas orang ).

3. Pengolahan Limbah Industri ( Industri Tekstile, Industri Makanan Dan minuman, Industri Kertas, Industri Mesin , Dll. )

Masing masing sistem pengolahan air limbah diatas berbeda sistem prosesnya, untuk itulah jangan salah pilih untuk pengolahan limbah anda, kategori diatas menentukan Instalasi Pengolahan Air Limbah mana yang seharusnya anda pilih.

Secara Garis besar tahapan mengolah limbah Medis adalah terinci seperti digram gambar dibawah ini :

 Dari keterangan diagram dapat diperhatikan gimana tahapan demi tahapan diterapkan didalam IPAL sehingga hasil proses menjadi layak buang .

Tahapan Pertama  ----  Preliminary And Primary Treatment --- Tahapan Awal

Tahapan Kedua ------- Secondary Treatment  ----- Tahapan Lanjutan

Tahapan Ketiga ------- Tertiary Treatment ------ Tahapan Akhir

Untuk menerapkan tahapan tersebut diatas, memang bisa dilakukan dengan memakai media Cor Beton / Pasangan Bata / Bak Beton , Namun karena kami adalah perusahaan pabrikan untuk barang berbahan fiberglass maka kami menerapkannya menggunakan Tangki Berbahan Fiberglass.

Dibawah ini beberapa contoh IPAL Pabrikan berbahan fiberglass / tangki fiberglass

1. Type BCR Series

 

 

]]>
2019-03-25T23:26:00
Pengolahan Air-Limbah https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/Pengolahan Air- Limbah Pengolahan Air Limbah

Pengolahan air limbah menjadi permasalahan yang serius akhir-akhir ini. Semakin berkembangnya sebuah kota, maka akan semakin banyak limbah yang dihasilkan. Disinilah peran pengolahan air limbah diperlukan. Bila tidak ada pusat pengolahan dan pengolahan air limbah, maka air limbah akan menjadi ancaman bagi penduduk kota tersebut. Banyak penyakit dan kelainan kesehatan yang cukup serius bahkan mengancam jiwa yang dapat timbul akibat limbah ini.

Proses pengolahan air limbah pada banyak perusahaan terdiri dari 5 tahapan, antara lain:

1. Tahap pengolahan air limbah dalam bentuk fisik.

Artinya, semua zat padat dihilangkan pada tahap ini, sehingga tersisa zat cair saja.

2. Tahap pengolahan fisik lanjutan.

Kali ini, dilakukan pemurnian air yang lebih dalam lagi, agar semua zat pada yang tercampur didalam air limbah benar-benar hilang.

3. Tahap ketiga adalah pengolahan air limbah tahap lanjutan.

Tahap ini diperlukan untuk menghilangkan zat-zat yang tidak dapat dihilangkan pada 2 tahap pertama.

4. Tahap keempat adalah tahap pemurnian.

Biasanya, pengolahan air limbah tahap ini sudah mulai memasuki tahap ionisasi dan penyerapan karbon. Sehingga, air benar-benar aman untuk dibuang dan diuraikan di alam.

5. Tahap terakhir adalah tahap pengolahan sisa-sisa 4 proses pengolahan sebelumnya.

Sisa-sia  4 Proses pengolahan air limbah yang pertama biasanya berbentuk seperti lumpur. Lumpur ini akan diolah dan dihilangkan, seperti dengan dikeringkan, dibakar dan lainnya. Setelah itu, lumpur sisa-sia pengolahan aman untuk dibuang ke alam.

Namun, ada juga sistem pengolahan air limbah yang bertujuan untuk memurnikan air agar air dapat dikonsumsi kembali oleh manusia. Akan tetapi, proses ini sangat beresiko, karena belum tentu semua zat berbahaya dapat dihilangkan. Meskipun jumlahnya kecil, bila dikonsumsi terus menerus, maka akan dapat terakumulasi dan menimbulkan penyakit.

Sistem pengolahan air limbah jenis ini biasanya dilakukan pada daerah-daerah yang benar-benar kekurangan air. Namun, di Indonesia proses pemurnian air limbah untuk kebutuhan air minum tidak dilakukan.

[

Akibat dari air limbah bagi kehidupan masyarakat

Air limbah yang dihasilkan oleh beberapa industri memberi dampak yang sangat buruk bagi masyarakat.

Beberapa dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung, antara lain:

  • Pencemaran udara

  • Pencemaran air

  • Penyakit kulit

  • Terkonaminasinya air

  • Rusaknya Lingkungan hidup

Meskipun demikian, pengolahan air limbah kadang dilupakan oleh perusahaan karena membutuhkan biaya yang sangat tinggi dalam pengolahannya. Seharusnya pengolahan air limbah mutlak diperlukan di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta. Saat ini, Jakarta bahkan terancam akan kehilangan sumber air bersih dari air tanah mereka, karena terlalu banyak pusat pembuangan limbah yang dekat dengan sumber air bersih ini. Contohnya, septic tank, limbah deterjen dan lainnya. Bahkan, saat diteliti, air di Jakarta saat ini sudah tercemar dengan bakteri Coli karena adanya masalah ini dan tercemar oleh beberapa logam berat lainnya akibat ketidak adaan pengolahan air limbah didalam perusahaan. 

Pengolahan air limbah akan sangat membantu untuk mengatasi masalah air limbah di beberapa kota. Hal ini juga perlu dilakukan untuk mencegah pencemaran yang dapat membahayakan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Namun, harus diperhatikan agar pengolahan air limbah tidak lagi diperlukan oleh perusahaan, jikalau proses dan metode yang digunakan dalam memproduksi adalah metode yang ramah lingkungan.

Mungkin saat ini belum banyak ditemukan teknologi dan metode yang benar-benar bebas dari limbah, jadi sistem pengolahan limbah masih dibutuhkan. Oleh karena dibutuhkan kesadaran dari seluruh pelaku industri untuk lebih memperhatikan air limbah yang akan dihasilkan oleh perusahaan mereka. Dan kita tidak akan ada lagi sistem pengolahan air limbah yang tidak sesuai dengan karakter limbah industrinya. Alam kita pun akan menjadi lebih bersih dan manusia tidak perlu khawatir akan terkena berbagai macam penyakit akibat limbah dan polusi yang ditimbulkan oleh pabrik.  Selain itu, peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan juga dibutuhkan.

Beberapa pengolongan pengolahan air limbah, antara lain:

1. STP Pengolahan air limbah

STP ( Sewage treatment plan ) adalah limbah yang dihasilkan oleh Rumah tangga, kantin maupun rumah sakit, biasanya limbah yang dihasilkan adalah Deterjen, Minyak, dan sisa makanan. sistem Pengolahan air limbah ini biasanya disebut sebagai STP.

2. WWTP pengolahan air limbah

WWTP ( Waste Water treatment Plan ) adalah Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dibuat untuk mengolah air limbah dari proses produkti, seperti limbah tekstil, Limbah Percetakan dan Limbah lainnya.

 

Macam-macam teknologi yang digunakan untuk pengolahan air limbah, antara lain

1. Clarifier pengolahan air limbah

Clarifier merupakan proses pengolahan air limbah sederhana, dengan menggunakan chemical yang biasa disebut Koagulan maupun Floakulan untuk mengendapkan kotoran yang tersuspensi / Koloid, mengumpulkan dan mengendapkan kotoran tersebut. sehingga dihasilkan air yang bersih secara fisik.

2. Ultrafiltrasi pengolahan air limbah

Ultrafiltrasi merupakan proses pengolahan air limbah yang merupakan pengganti dari Clarifier, dengan hanya membutuhkan tempat yang tidak terlalu besar, Ultrafiltrasi banyak digunakan untuk menggantikan fungsi dari clarifier.

3. Bioteknologi Pengolahan air limbah

Proses pengolahan limbah dengan menggunakan bioteknologi menjadi fokus utama para pemerhati kesehatan, karena didalam proses ini, limbah diurai dengan tanpa menggunakan zat kimia tambahan yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Hanya menggunakan bakteri untuk mengurai limbah hasil industri. sehingga menghasilkan air buangan yang benar-benar aman bagi lingkungan dan kesehatan. Bioteknologi berkembang pesar di Negara Belanda.

 

Pengolahan Air Limbah

A. Jenis Pengolahan Air Limbah

Dibedakan menjadi tiga jenis yaitu : pengolahan secara fisik, kimiawi dan biologi.

Pengolahan secara fisik :

Pengolahan secara fisik tidak dapat di terapkan untuk berbagai pengolahan limbah. Dalam pengolahan limbah secara fisik, polutan akan di pisahkan dengan cara di endapkan. Hasil yang dicapai sangant terbatas dan memerlukan waktu yang cukup lama.

Pengolahan secara kimiawi :

Pengolahan limbah secara kimiawi dilakukan dengan menambahkan bahan-bahan kimia kedalam air limbah. Dalam hal ini yang sangat penting adalah menentukan jenis bahan-bahan kimia yang diperlukan.

Dalam pengolahan limbah secara kimiawi, waktu dan area yang di perlukan jauh lebih kecil dibandingkan pengolahan limbah secara fisik dan biologi. Air limbah yang mengandung zat-zat kimia termasuk logam berat, sangat tepat bila pengolahan limbah dilakukan secara kimiawi.

Pengolahan secara biologi :

Pengolahan limbah secara biologi terutama memanfaatkan kerja mikroorganisme. Dalam pengolahan limbah secara biologi, polutan yang degradabel yang segera dapat dihilangkan. Polutan yang degradabel merupakan makanan bagi bakteri, sehingga dalam waktu singkat bakteri akan berkembangbiak dan menghabiskan makanan yang ada didalam air limbah.

Proses penghancuran polutan secara biologi dapat dipercepat dengan memacu pertumbuhan bakteri.
Bakteri akan tumbuh dan berkembang dengan pesat, apabila kondisi yang sesuai bagi kehidupan bakteri terpenuhi. Kondisi yang sesuai antara lain adalah pH air limbah sekitar 7, dan suhu air limbah sekitar 350 C.

Pengolahan limbah secara biologi sangat baik, tetapi memerlukan waktu yang lama dan area yang luas.

B. Sumber Air Limbah

Limbah Industri

Potensi industri telah memberikan sumbangan bagi perekonomian Indonesia melalui barang produk dan jasa yang dihasilkan, namun di sisi lain pertumbuhan industri telah menimbulkan masalah lingkungan yang cukup serius. Buangan air limbah industri mengakibatkan timbulnya pencemaran air sungai yang dapat merugikan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, seperti berkurangnya hasil produksi pertanian, menurunnya hasil tambak, maupun berkurangnya pemanfaatan air sungai oleh penduduk.

Seiring dengan makin tingginya kepedulian akan kelestarian sungai dan kepentingan menjaga keberlanjutan lingkungan dan dunia usaha maka muncul upaya industri untuk melakukan pengelolaan air limbah industrinya melalui perencanaan proses produksi yang effisien sehingga mampu meminimalkan limbah buangan industri dan upaya pengendalian pencemaran air limbah industrinya melalui penerapan installasi pengolahan air limbah. Bagi Industri yang terbiasa dengan memaksimalkan profit dan mengabaikan usaha pengelolaan limbah agaknya bertentangan dengan akal sehat mereka, karena mereka beranggapan bahwa menerapkan instalasi pengolahan air limbah berarti harus mengeluarkan biaya pembangunan dan biaya operasional yang mahal.

Di pihak lain timbul ketidakpercayaan masyarakat bahwa industri akan dan mampu melakukan pengelolaan limbah dengan sukarela mengingat banyaknya perusahaan industry yang dibangun di sepanjang aliran sungai, dan membuang air limbahnya tanpa pengolahan. Sikap perusahaan yang hanya berorientasi “Profit motive” dan lemahnya penegakan peraturan terhadap pelanggaran pencemaran ini berakibat timbulnya beberapa kasus pencemaran oleh industry dan tuntutan-tuntutan masyarakat sekitar industry hingga perusahaan harus mengganti kerugian kepada masyarakat yang terkena dampak.

Latar belakang yang menyebabkan terjadinya permasalahan pencemaran tersebut dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

Upaya pengelolaan lingkungan yang ditujukan untuk mencegah dan atau memperkecil dampak negatif yang dapat timbul dari kegiatan produksi dan jasa di berbagai sektor industri belum berjalan secara terencana.
Biaya pengolahan dan pembuangan limbah semakin mahal dan dana pembangunan, pemeliharaan fasilitas bangunan air limbah yang terbatas, menyebabkan perusahaan enggan menginvestasikan dananya untuk pencegahan kerusakan lingkungan, dan anggapan bahwa biaya untuk membuat unit IPAL merupakan beban biaya yang besar yang dapat mengurangi keuntungan perusahaan.
Tingkat pencemaran baik kualitas maupun kuantitas semakin meningkat, akibat perkembangan penduduk dan ekonomi, termasuk industri di sepanjang sungai yang tidak melakukan pengelolaan air limbah industrinya secara optimal.
Perilaku sosial masyarakat dalam hubungan dengan industri memandang bahwa sumber pencemaran di sungai adalah berasal dari buangan industri, akibatnya isu lingkungan sering dijadikan sumber konflik untuk melakukan tuntutan kepada industri berupa perbaikan lingkungan, pengendalian pencemaran, pengadaan sarana dan prasarana yang rusak akibat kegiatan industri.
Adanya Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air nomor: 82 Tahun 2001, meliputi standar lingkungan, ambang batas pencemaran yang diperbolehkan, izin pembuangan limbah cair, penetapan sanksi administrasi maupun pidana belum dapat menggugah industri untuk melakukan pengelolaan air limbah.

 

C. SIFAT AIR LIMBAH

Limbah cair memiliki 2 karakteristik yaitu karakteristik fisik dan kimia.

Adapun karakter fisiknya dari limbah cair antara lain :

Padatan : pada limbah cair terdapat padatan organic dan nonorganik yang mengendap dan tersuspensi sehingga bisa mengendap dan menyebabkan pendangkalan.

Kekeruhan : kekeruhan menunjukkan sifat optis di dalam air karena terganggunya cahaya matahari saat masuk ke dalam air akibat adanya koloid dan suspensi
Bau : bau dikarenakan karena adanya mikroorganisme yang menguraikan bahan organic.
Suhu : limbah cair memiliki suhu yang berbeda dibandingkan dengan air biasa, biasanya suhunya lebih tinggi karena adanya proses pembusukan
Sedangkan karakter kimia dari limbah cair yaitu :

Keasaman : keasaman limbah cair dipengaruhi oleh adanya bahan buangan yang bersifat asam atau basa. Agar limbah tidak berbahaya, maka limbah diupayakan untuk memiliki pH netral.
Logam berat beracun : Cadmium dari industri tekstil, merkuri dari pabrik cat, raksa dari industri perhiasan dan jenis logam berat yang lainnya.
Nitrogen : umumnya terdapat sebagai bahan organic dan diubah menjadi ammonia oleh bakteri sehingga menghasilkan bau busuk dan bisa menyebabkan permukaan air menjadi pekat sehingga tidak bisa ditembus cahaya matahari.
Fenol : salah satu bahan organic yang berasal dari industri tekstil, kertas, minyak dan batubara sehingga menyebabkan keracunan.
BOD : kebutuhan oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan senyawa organic yang ada di dalam air.
COD : kebutuhan oksigen yang diperlukan mikroba untuk menghancurkan bahan organik

D. LANGKAH-LANGKAH PENGOLAHAN AIR LIMBAH

Langkah-langkah Pengolahan Air Limbah

Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik (rumah tangga) maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan apabila kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah. Sebagai contoh, mari kita lihat Kota Jakarta. Jakarta merupakan sebuah ibukota yang amat padat sehingga letak septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa 285 sampel dari 636 titik sampel sumber air tanah telah tercemar oleh bakteri coli. Secara kimiawi, 75% dari sumber tersebut tidak memenuhi baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsur nitrat, nitrit, besi, dan mangan.

Trickling filter. Sebuah trickling filter bed yang menggunakan plastic media.

Bagaimana dengan air limbah industri? Dalam kegiatan industri, air limbah akan mengandung zat-zat/kontaminan yang dihasilkan dari sisa bahan baku, sisa pelarut atau bahan aditif, produk terbuang atau gagal, pencucian dan pembilasan peralatan, blowdown beberapa peralatan seperti kettle boiler dan sistem air pendingin, serta sanitary wastes. Agar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip pengendalin limbah secara cermat dan terpadu baik di dalam proses produksi (in-pipe pollution prevention) dan setelah proses produksi (end-pipe pollution prevention).

Pengendalian dalam proses produksi bertujuan untuk meminimalkan volume limbah yang ditimbulkan, juga konsentrasi dan toksisitas kontaminannya. Sedangkan pengendalian setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar bahan peencemar sehingga pada akhirnya air tersebut memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan.

Namun walaupun begitu, masalah air limbah tidak sesederhana yang dibayangkan karena pengolahan air limbah memerlukan biaya investasi yang besar dan biaya operasi yang tidak sedikit. Untuk itu, pengolahan air limbah harus dilakukan dengan cermat, dimulai dari perencanaan yang teliti, pelaksanaan pembangunan fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau unit pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian yang cermat.

Dalam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang digunakan. Parameter kualitas air limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu parameter organik, karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik. Parameter organik merupakan ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam limbah.

Parameter ini terdiri dari total organic carbon (TOC), chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), minyak dan lemak (O&G), dan total petrolum hydrocarbons (TPH). Karakteristik fisik dalam air limbah dapat dilihat dari parameter total suspended solids (TSS), pH, temperatur, warna, bau, dan potensial reduksi. Sedangkan kontaminan spesifik dalam air limbah dapat berupa senyawa organik atau inorganik.

]]>
2019-03-25T05:59:00
SISTEM IPAL - INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/sistem-ipal-instalasi-pengolahan-air-limbah Pengertian IPAL

IPAL adalah sebuah struktur teknik dan perangkat peralatan beserta perlengkapannya yang dirancang secara khusus untuk memproses atau mengolah cairan sisa proses, sehingga sisa proses tersebut menjadi layak dibuang ke lingkungan. Cairan sisa proses atau limbah bisa berasal dari proses industri, pabrik, pertanian, dan perkotaan yang tidak lain merupakan hasil limbah rumah tangga. Hasil dari pembuangan tersebut dapat membahayakan manusia maupun lingkungan, oleh karena itu diperlukan proses pengolahan lebih lanjut sebelum dibuang ke saluran pembuangan.

Menyaring dan membersihkan cairan yang sudah tercemar baik oleh pencemar organik atau kimia industri menjadi tujuan utama IPAL. Oleh sebab itu, IPAL memiliki urgensi untuk dilakukan. IPAL yang dikelola secara benar pun menjanjikan sejumlah manfaat atau kegunaan.

Kegunaan IPAL

Kegunaan IPAL diketahui cukup merata. Tidak hanya untuk manusia namun juga untuk makhluk hidup yang lain. Berikut ini beberapa kegunaan IPAL, diantaranya:

  • Mengelola dan mengolah air limbah, terutama limbah industri yang mengandung komponen bahan kimia, supaya limbah yang dibuang ke lingkungan tidak mencemari lingkungan.
  • Mengolah air limbah domestik dan juga industri supaya air bisa dimanfaatkan kembali sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
  • Menjaga kehidupan biota-biota yang hidup di sungai tetap lestari.

Ketentuan Pemerintah Mengenai IPAL

Ketentuan atau regulasi mengenai Pengolahan limbah diatur dalam Peraturan Pemerintah atau PP. Yakni PP No 19 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran dan/atau Perusakan Laut. Tepatnya pasal 8, pasal 9, pasal 10, pasal 12, dan pasal 13. Dan di Indonesia masih ada sekitar 74% perusahaan kecil yang belum mengolah secara tepat air limbah mereka, Rendahnya pengawasan dari pemerintah menyebabkan perusahaan atau pelaku usaha dengan mudah mengabaikan ketentuan tersebut. Dan sekarang, oleh karena kurangnya pengendalian dari pemerintah dan kesadaran dari para pelaku usaha akan pentingnya pengolahan limbah tersebut menyebabkan banyaknya saluran air dan lingkungan yang terkontaminasi oleh limbah industri. Pencemaran tersebut menyebabkan timbulnya penyakit dari yang ringan hingga berat. Oleh karena diharapkan adanya pengawasan secara intensif yang dilakukan oleh pemerintah terkait akan hal ini.

Pentingnya IPAL dalam Lingkungan dan Perairan

IPAL memastikan cairan sisa proses domestik ataupun industri aman dimanfaatkan kembali ataupun dibuang ke lingkungan. Dimana proses pengolahan diawali dengan memompa air baku dari bak penampungan untuk diinjeksikan dengan PAC dan ferrosulfat. Proses berlanjut dengan dilewatkan pada static mixer agar terjadi pencampuran yang baik. Air baku yang sudah teroksidasi kemudian dialirkan kembali ke bak koagulasi-flokulasi yang kurang lebih membutuhkan waktu tinggal 2 jam. Sesudahnya air dari bak dipompa menuju saringan multimedia, saringan karbon aktif, dan kemudian ke saringan penukar ion.

Dari serangkaian proses tersebut diperoleh air olahan yang ditampung ke dalam bak penampungan yang bisa dimanfaatkan kembali sebagai air pencucian. Pentingnya IPAL dalam lingkungan dan  perairan ini sendiri sudah cukup tergambar dalam pengertiannya. Ringkasnya cairan sisa proses domestik atau industri tidak perlu dikhawatirkan akan mencemari lingkungan dan perairan karena sudah melewati serangkaian proses pengolahan limbah yang terstruktur.

Instalasi pengolahan air limbah menjadi masalah yang sangat serius belakangan ini. karena semakin banyaknya pabrik pabrik atau industri yang dibangun didekat sumber mata air. Menyebabkan banyak perairan di indonesia yang semakin tercemar. Kurangnya pengawasan dari pemerintah dan badan terkait mengakibatkan semakin leluasanya pelaku industri bertindak nakal dan tidak memperhatikan prosedur pembuangan air limbah yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan.

]]>
2019-03-25T05:06:00
TANGANI LIMBAH MEDIS, KLHK SOSIALISASIKAN STANDARDISASI TEKNOLOGI IPAL/INCINERATOR RAMAH LINGKUNGAN https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/tangani-limbah-medis-klhk-sosialisasikan-standardisasi-teknologi-ipalincinerator-ramah-lingkungan Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 3 Oktober 2018. Pengelolaan limbah dari fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) telah diatur secara khusus dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Upaya pengelolaan yang efektif juga terus dilakukan guna mencegah terjadinya pembuangan limbah secara ilegal.

Noer Adi Wardojo, Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK, menyampaikan, “KLHK telah memiliki mekanisme sistem verifikasi dan registrasi teknologi ramah lingkungan. Sistem verifikasi ini ditujukan bagi para penyedia teknologi yang akan menyampaikan informasi kinerja alatnya serta pemberian layanan teknologi yang baik dalam rangka pengendalian pencemaran lingkungan”. Sistem verifikasi dan registrasi ramah lingkungan ini mengacu pada standar internasional ISO 14034:2016 Environmental Management – Environmental Technology Verification (ETV).

Dalam rangka menampilkan teknologi-teknologi ramah lingkungan khususnya untuk teknologi bidang incenerator dan IPAL, KLHK menyelenggarakan Forum Standardisasi Teknologi IPAL/Incinerator Ramah Lingkungan. Dalam forum ini juga disampaikan informasi tentang standardisasi alat/teknologi pengolahan limbah dalam kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan jumlah/karakteristik limbah dan kinerja alat sesuai dengan klaim yang disampaikan.

Sampai dengan Juli 2018, baru terdapat 93 Rumah Sakit yang memiliki izin operasional Insinerator dengan total kapasitas terpasang sebesar 45 ton per hari. Pengelolaan limbah medis yang tidak dilakukan sendiri oleh Rumah Sakit dapat dilakukan oleh Jasa Pengolah Limbah B3 yang saat ini berjumlah 6 perusahaan dengan lokasi di Cilegon, Karawang, Bekasi, Sukoharjo, Mojokerto, dan Kutai Kartanegara dengan kapasitas olah total berjumlah 151,60 ton/hari.

Sinta Saptarina Soemiarno, Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 KLHK mengatakan,”KLHK dalam peraturan teknisnya telah mengatur secara rinci pengelolaan limbah medis, bagaimana limbah ini dikelola mulai dari sumbernya hingga pengelolaan limbah residu dari proses insinerasi.” Sinta dalam Sambutan mewakili Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 juga menyampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota yang memiliki wewenang dalam penyimpanan limbah medis di Depo Penyimpanan, juga harus berusaha memperbaiki pengelolaan limbahnya di fasilitas sanitary/ controlled landfill.

Kasus pembuangan limbah medis yang semakin marak. Kondisi penumpukan limbah medis diperparah pada periode Triwulan IV Tahun 2017 s/d Triwulan I Tahun 2018, dimana terdapat beberapa Jasa Pengolah Limbah Medis melakukan penghentian penerimaan sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan limbah medis di banyak Rumah Sakit di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan KLHK mengambil langkah-langkah darurat pemusnahan limbah medis dalam kurun waktu 6 bulan.

“Disisi lain proses verifikasi dan registrasi teknologi ramah lingkungan juga dapat digunakan sebagai sarana edukasi bagi para pengguna teknologi dan publik untuk mulai memanfaatkan informasi dan kinerja teknologi yang dapat diandalkan berbasis kinerja dan terverifikasi” lanjut Noer Adi. Informasi publik tentang klaim kinerja alat/teknologi ramah lingkungan yang sudah terverifikasi dapat diakses melalui website Pustanlinghut: http://standardisasi.menlhk.go.id”.

Beberapa hasil penting yang diharapkan dari forum ini antara lain adanya masukan bagi KLHK terkait kebutuhan standardisasi alat/teknologi pengolahan limbah khususnya dari kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan jumlah/karakteristik limbah dan kinerja alat sesuai dengan klaim yang disampaikan; dan tercapainya pemahaman dari bisnis tentang manfaat registrasi teknologi ramah lingkungan dalam rangka memenuhi persyaratan perijinan maupun perencanaan kebutuhan alat pengolah limbah.

]]>
2019-02-18T05:36:00
KLHK SUDAH MILIKI SISTEM VERIFIKASI DAN REGISTRASI RAMAH LINGKUNGAN DENGAN STANDAR ISO SERTA ETV https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/klhk-sudah-miliki-sistem-verifikasi-dan-registrasi-ramah-lingkungan-dengan-standar-iso-serta-etv Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memiliki mekanisme sistem verifikasi dan registrasi teknologi ramah lingkungan bagi para penyedia teknologi yang akan menyampaikan informasi kinerja alatnya serta pemberian layanan teknologi yang baik dalam rangka pengendalian pencemaran lingkungan.

Sistem verifikasi dan registrasi ramah lingkungan ini mengacu pada standar internasional ISO 14034 dan 2017 Environmental Management – Environmental Technology Verification (ETV).

Pernyataan itu disampaikan Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan Noer Adi Wardojo saat menjadi pembicara dalam Forum Standardisasi Teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Incinerator Ramah Lingkungan yang digelar KLHK di Manggala Wanabhakti, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

“Di sisi lain proses verifikasi dan registrasi teknologi ramah lingkungan juga dapat digunakan sebagai sarana edukasi bagi para pengguna teknologi dan publik untuk mulai memanfaatkan informasi dan kinerja teknologi yang dapat diandalkan berbasis kinerja dan terverifikasi” ungkap Noer Adi.

Informasi publik tentang klaim kinerja alat/teknologi ramah lingkungan yang sudah terverifikasi dapat diakses melalui website Pustanlinghut: http://standardisasi.menlhk.go.id.

Belakangan ini banyak teknologi ramah lingkungan yang ditawarkan, namun bagaimana publik membuktikan kinerja teknologi ramah lingkungan yang baik.

Sementara itu, penerapan teknologi ramah lingkungan merupakan suatu upaya yang penting, agar sumberdaya alam dan lingkungan hidup dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Dalam forum ini ditampilkan berbagai teknologi ramah lingkungan khususnya untuk teknologi bidang incenerator dan IPAL.

Selain itu, disampaikan juga informasi tentang standardisasi alat atau teknologi pengolahan limbah dalam kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan jumlah serta karakteristik limbah dan kinerja alat sesuai dengan klaim yang disampaikan.

Dari forum ini, KLHK berharap ada masukan terkait kebutuhan standardisasi alat atau teknologi pengolahan limbah khususnya dari kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan jumlah serta karakteristik limbah dan kinerja alat sesuai dengan klaim yang disampaikan.

Lantas tercapainya pemahaman dari bisnis tentang manfaat registrasi teknologi ramah lingkungan dalam rangka memenuhi persyaratan perijinan maupun perencanaan kebutuhan alat pengolah limbah.

Forum ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah (KLHK, kementerian dan lembaga terkait, Dinas LH Provinsi/Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota), Asosiasi/Lembaga Non Pemerintah/Institusi Terkait, dan RSUD di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Sebagai narasumber dalam forum ini adalah Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan, Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 KLHK, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Asosiasi Produsen Incinerator Indonesia, dan Asosiasi Produsen IPAL Indonesia yang menyampaikan best practices pemilihan alat pengolah limbah ramah lingkungan di Indonesia.

]]>
2019-02-18T05:26:00
IPAL Komunal di Bandung Berfungsi Jadi Balai Pertemuan Warga https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/ipal-komunal-di-bandung-berfungsi-jadi-balai-pertemuan-warga Warga Sukuplama RT 4 RW1, Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, kini memiliki balai pertemuan. Uniknya, balai tersebut dibangun di atas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal yang menampung 120 Sambungan Rumah (SR).

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan IPAL Komunal tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang didanai Islamic Development Bank (IDB).

"Ini merupakan realisasi kesekian kalinya. Kalau ini dibuat balai pertemuan, ada juga yang dibuat taman bermain anak atau RTH biasa," ujar Oded usai meresmikan, Senin (29/1/2018).
 

 

Dia mengatakan pemerintah pusat telah mencanangkan tahun 2019 tidak ada lagi masyarakat yang membuang limbah manusia ke sungai. Untuk itu Pemkot Bandung tahun ini akan fokus merealisasikannya.

"Nampaknya Cigending yang paling banyak masyarakat buang kotoran ke sungai. Makanya tahun ini kita prioritaskan di sini. Satu titik anggarannya sekitar 425 juta rupiah. Harapannya ke depan tidak ada lagi warga yang membuang kotoran ke sungai yang berdampak Citarum Harum terwujud," tutur Oded.

Asisten Perencanaan dan Pemrograman CPMU Kementerian PUPR Arin Mulyadi mengatakan IPAL Komunal yang digunakan sebagai balai pertemuan merupakan sebuah inovasi dari warga. Sebelumnya orang enggan membuat IPAL karena dianggap kotor, bau dan menjijikkan.

Bahkan, kata Arin, saat ini sudah banyak warga yang menghibahkan halamannya untuk dibuat IPAL. Hasilnya mereka tidak merasa kotor, karena IPAL tersebut tidak seperti yang dibayangkan oleh warga pada umumnya.

"Untuk yang sekarang ini cukup besar karena mampu menampung 120 SR. Biasanya satu infrastruktur hanya dibuat untuk 50 SR," katanya.

Ia berharap dengan adanya inovasi seperti ini warga mau membuat IPAL dan tidak lagi membuang kotoran ke sungai. "Sudah banyak sekarang inovasinya, tidak perlu khawatir bau. Bahkan di Makassar karena minim lahan mereka membuat IPAL di jalan, dan dengan rekayasa teknologi yang ada hasilnya tidak apa-apa," ujar Arin

Pantauan di lokasi, IPAL Komunal tersebut dibangun di lahan kosong yang biasa digunakan sebagai lapangan. IPAL yang berukuran sekitar 5x10 meter itu di atasnya difungsikan sebagai balai pertemuan dan pusat kegiatan warga. Untuk menyiasati bau, warga membuat pipa panjang agar sisa pengolahan bisa langsung terurai.

Selama berada di lokasi tidak ada bau sedikit pun di seputaran balai. Bahkan balai tersebut terlihat bersih dan ditumbuhi sejumlah tanaman dan pohon di sekitarnya.

]]>
2019-01-28T07:14:00
Air Limbah Genangi Pabrik IPAL Terpadu di Dayeuhkolot Bandung https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/air-limbah-genangi-pt-mcab-di-dayeuhkolot-bandung Air limbah menggenangi PT MCAB, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Genangan air limbah itu berasal dari luapan Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu milik mereka sendiri.

Genangan air limbah ini muncul setelah saluran IPAL yang berada di Cisirung, Dayeuhkolot tersebut dicor oleh Satgas Citarum Harum. Sebab, diduga PT MCAB membuang limbah ke sungai Citarum tanpa pengolahan terlebih dahulu.

Pantauan detikcom, Selasa (24/7/2018) limbah yang dibuang ke aliran anak Sungai Cisuminta yang bermuara ke Sungai Citarum tersendat sehingga mengakibatkan limbah membanjiri kantor tersebut.

Limbah berwarna hitam pekat, berminyak dan mengeluarkan bau tidak sedap, menggenang dan merendam sejumlah gedung di kantor tersebut. Selain itu, nampak terlihat limbah yang keluar dari bawah tanah, menyembur dan mengeluarkan buih. Genangan air limbah tersebut hampir mencapai gerbang kantor.

Kepala Desa Pasawahan Mamet Slamet sempat mengkhawatirkan limbah yang menggenangi PT MCAB meluap ke pemukiman warga sekitar.

"Memang yang kami khawatirkan itu dampak ke warga, luapan dari sini. Tapi kita sudah mendapatkan penjelasan dari pengelola IPAL luapannya itu tidak akan berimbas ke warga sekitar," katanya di kawasan IPAL Terpadu.

Ia menilai luapan limbah tersebut diakibatkan oleh pengelola limbah yang belum maksimal."Mungkin ini pengolahannya yang belum maksimal. Karena debit air yang begitu tinggi, sementara hasil yang dialihkan dari pengolahan ini kurang maksimal jadi akhirnya yang terbuang ke sungai masih dalam keadaan hitam dan mengeluarkan bau," ungkap dia

Menurutnya hingga kini Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong kepada pengelola untuk memperbaiki pengajian limbah di IPAL terpadu tersebut.

"Pemerintah terus mendorong, mengupayakan bekerjasama dengan IPAL ini terus menerus komunikasi baik dengan lingkungan hidup semaksimal mungkin supaya menghasilkan air yang bersih," ujar dia.

IPAL Terpadu PT MCAB menampung limbah yang berada di 24 pabrik industri di kawasan Dayeuhkolot. IPAL Terpadu tersebut menghasilkan sekitar 12-14 ribu meter kubik per hari
"Industri langganan kita sebagian di setop. Tapi masih ada yang jalan, kita harapkan setop semua untuk pengaturan pompa-pompanya biar (kembali) stabil," kata salah satu pengelola IPAL Terpadu Nursetiawan.

Ia memastikan limbah yang membanjiri kantor PT MCAB kurang lebih 10 centi meter. "(Dari 24 pabrik) 14 berhenti dengan alasan masih ada sisa-sisa, hari ini kita setiap semua," kata dia.

Saat disinggung, ada dugaan limbah yang dibuang IPAL Terpadu tersebut tanpa melalui proses pengolahan, ia membantahnya. "Itu sudah melewati proses IPAL, justru karena kita besar debitnya, kita proses cuman belum sempurna karena kita ada proyek," ujar Nursetiawan

]]>
2019-01-28T06:49:00
Pemkot Surabaya Siapkan Lahan Pembangunan IPAL 2,4 Hektar https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/pemkot-surabaya-siapkan-lahan-pembangunan-ipal-24-hektar Keseriusan Pemkot Surabaya membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) medis atau rumah sakit sudah terlihat. Itu terlihat dengan kesiapan anggaran dan lahan seluas 2,4 hektar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Eko Agus Supiadi mengatakan pihaknya sudah menyiapkam lahan milik pemkot yang jauh dari pemukiman untuk IPAL rumah sakit atau medis.

"Pengelolaan limbah ini terletak di Tambak Osowilangun, Benowo. Dibutuhkan sekitar 2,4 hektare lahan untuk memastikan bahwa pengelolaan bahan berbahaya dan beracun ini jauh dari pemukiman warga. Meski sebenarnya lahan yang dibutuhkan hanya seluas 1,5 hektare. Bahkan sekarang sudah diuruk. Sudah siap dibangun sebenarnya," kata Eko Agus kepada wartawan di Gedung Pemkot, Jalan Jimerto, Rabu (17/10/2018).

Selama ini jumlah limbah medis di Surabaya mencapai hingga 10 ton/hari. Selain limbah, IPAL yang akan dibangun itu juga mengolah jenis limbah B3 lain dari industri. Untuk pembangunan, lanjut Eko, Pemkot akan membeli mesin insinerator dari Kota Kitakyushu yang juga sebagai pihak pengkaji sebelum adanya pembangunan.

"Kami sebenarnya sudah siap untuk membeli mesin insinerator (alat pembakar sampah rumah sakit dan industri) seharga Rp 40 miliar. Mesin ini mampu mengolah limbah dari 10-15 ton/hari dan abu sisa pembakaran nantinya akan didaur ulang menjadi bata atau paving sehingga dapat menghemat biaya untuk penimbunan di landfill (penimbunan sampah pada suatu lubang tanah)," ungkapnya.

Namun keinginan pembuatan IPAL limbah diakui Eko masih terkendala perizinan dari pusat atau presiden. "Harapannya dengan digelarnya seminar segera ada titik terang keluarnya izin dsri pusat ditambah nantinya hasil seminar juga akan disertakan dalam surat yang akan dikirim Bu Wali ke Presiden," pungkas Eko.

]]>
2018-12-21T03:01:00
Kementerian PUPR Tingkatkan Layanan Sanitasi di Palembang https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/kementerian-pupr-tingkatkan-layanan-sanitasi-di-palembang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk meningkatkan pelayanan sanitasi. Di kawasan perkotaan, Kementerian PUPR mengembangkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) terpusat skala perkotaan.

Keberhasilan SPALD akan berkontribusi bagi percepatan capaian target 100 persen akses sanitasi layak di Indonesia pada 2019. Di samping itu akan membantu tercapainya milestone Suistainable Develompent Goals (SDGs), di mana pada 2030, setiap negara diharapkan mampu mewujudkan 100 persen akses sanitasi yang layak dan aman sebagaimana disebutkan dalam tujuan nomor 6, atau dikenal dengan Universal Access.

Tujuan tersebut sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, salah satunya melalui akses terhadap sistem pengelolaan air limbah yang memenuhi standar kualitas lingkungan. Sanitasi skala kota terpusat akan dikembangkan diantaranya di DKI Jakarta (zona 1 dan 6), Kota Jambi, Kota Pekanbaru, Kota Makassar, dan Kota Palembang.  

"Kota Palembang,dinilai berkomitmen dalam upaya peningkatan pengelolaan air limbah, sehingga pemerintah pusat mendukung penuh atas upaya dari Pemerintah Kota Palembang," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono , baru-baru ini.

Pada Kamis (2/11/2017) dilakukan pencanangan dimulainya pembangunan (groundbreaking) Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL ) Sungai Selayur, Kota Palembang, yang merupakan bagian dari Kegiatan Palembang City Sewerage Project(PCSP). Pencanangan dilakukan oleh Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo, bersama Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin, Walikota Palembang, Harnojoyo, dan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson.

"Dengan dimulainya konstruksi yang ditandai dengan groundbreaking ini, maka akan menjadi awal yang menuntut kerja keras lainnya hingga 5 tahun ke depan. Untuk itu, saya mengharapkan kerja sama pemerintah daerah dan instansi terkait kegiatan ini dapat mendukung kelancaran pelaksanaan proyek sejak tahap kontruksi sampai beroperasi nantinya," tambah Sri Hartoyo. 

IPAL Kota Palembang tersebut berkapasitas 20.000 m3/hari, dengan jaringan perpipaan bagi sekitar 21.700 sambungan rumah (SR) atau 100.000 jiwa, dan ditargetkan rampung seluruhnya pada 2021. Ditambahkan Sri Hartoyo, untuk membangun sistem tersebut diperlukan biaya yang cukup besar, yakni diperkirakan mencapai U$72,61 juta, atau sekitar Rp 943 miliar (kurs Rp13.000).

Pendanaan akan dilakukan bersama melalui APBN, APBD tingkat provinsi maupun kota, dan hibah dari pemerintah Australia. Adapun porsi APBN sebesar U$25,4 juta untuk pengadaan dan pemasangan pipa utama bertekanan sepanjang 8 km dan pengadaan pompa utama bertekanan, sementara dana hibah oemerintah Australia digunakan untuk pembangunan stasiun pompa, pembangunan IPAL, serta pematangan lahan, dengan total pendanaan sebesar U$28,9 juta.

APBD Provinsi Sumsel dan APBD Kota Palembang masing-masing sebesar U$9,1 juta, yang akan digunakan untuk pembangunan jaringan perpipaan ke perumahan dan bangunan komersil.  Pendanaan dari APBN dilakukan secara tahun jamak (2017-2019).

Kementerian PUPR, melalui Ditjen Cipta Karya menargetkan, pada akhir November ini akan dilakukan penandatangan kontrak pekerjaan pembangunan pipa jaringan utama dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp202,9 miliar. Kehadiran IPAL juga berkontribusi bagi Sungai Musi yang lebih bersih, karena warga tidak lagi membuang limbah tinja langsung ke Sungai Musi.

]]>
2018-12-21T02:48:00
Duh, Warga Garut Semprotkan Cairan Limbah Industri Kulit ke Jalan Raya https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/duh-warga-garut-semprotkan-cairan-limbah-industri-kulit-ke-jalan-raya Kesal tuntutannya untuk tidak membuang limbah ke sungai tidak digubris pengusaha pengolahan kulit. Ratusan warga dari tiga kampung yakni Sumbersari, Ciwalen dan Tanjung, Kecamatan Garut Kota, Garut Jawa Barat, akhirnya nekat menggelontorkan cairan limbah kulit ke jalan raya.

Tak ayal air limbah berwarna hitam dengan bau busuk pekat, menyeruak di sekitar jalan Ahmad Yani tepatnya di atas jembatan Ciwalen, Garut. Bahkan, satu tumpukan sampah yang berada dalam bak sampah seukuran dump truck, tak luput ditumpahkan ke bahu jalan, sebagai bentuk kemarahan warga.

"Kami sudah muak dan kesal kenapa tidak digubris juga," ujar Rizki (20), salah seorang pendemo dari kampung Ciwalen, di sela-sela demo, Jumat petang, 21 September 2018.

Ia menuturkan, industri pengolahan kulit di Sukaregang, Garut, mulai eksis sejak tiga dekade silam. Sejak itu, tiga kampung yang berdekatan dengan kawasan itu kecipratan imbasnya.

Bau busuk dari air limbah berwarna hitam pekat yang dialirkan langsung ke Sungai Ciwalen, menjadi pemandangan keseharian tiga kampung itu. "Saya sejak lahir tiap hari begini (bau busuk), coba bayangkan bagaimana kalau anda," ujar dia balik bertanya.

Berulang kali warga menyampaikan keluhan itu kepada pemerintah, termasuk pihak pengusaha, tapi kondisi tetap tidak berubaha. Para pengusaha kulit itu enggan menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang disediakan pemerintah.

"Lihat saja sendiri ke sana )lokasi IPAL pemda Garut)," ujar dia kesal.

Hal yang sama disampaikan koordinator aksi, Beng-beng. Menurutnya, aksi buang limbah kulit ke jalan merupakan puncak kekesalan dari persoalan limbah yang selama ini mereka hadapi.

"Ini bentuk kemarahan warga kami, jangan salahkan kami jika lebih dari ini," ucap dia.

Dalam setahun terakhir, tercatat dua warga telah meninggal dunia menjadi korban akibat masalah kesehatan yang ditimbulkan dari limbah pengolahan kulit itu. Selain kualitas air tanah yang memburuk dan tidak bisa diminum, juga mengganggu kesehatan pernafasan warga.

"Belum lagi ancaman banjir akibat endapan lumpurnya saat musim hujan tiba, mau bagaimana lagi kerusakan yang kami rasakan," keluh dia.

Saat aksi penumpahan limbah cair pengolahan kulit, antrean panjang kendaraan di sepanjang jalan Jalan Ahmad Yani tidak terbendung. Berada di pusat perkotaan Garut, kemacetan di kedua arus jalan tidak terhindarkan.

Beberapa pengemudi sepeda motor bahkan memilih menepikan kendaraannya, akibat bau busuk dan kekhawatiran dari limbah cair pengolahan kulit itu terhadap kesehatan kulit mereka.

Kondisi itu semakin parah, dengan tumpukan sampah yang ditumpahkan dari satu bak sampah seukuran dump truck ke tengah jalan. Namun aksi yang berlangsung sekitar tiga jam ini cepat dikendalikan, seiring datangnya anggota kepolisian dan TNI dari Danramil Garut Kota.

]]>
2018-12-20T06:11:00