en BPPT dorong pembangunan Ipal komunal Sungai Ciliwung https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/bppt-dorong-pembangunan-ipal-komunal-sungai-ciliwung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendorong pembangunan instalasi pengelolahan limbah (ipal) secara komunal yang mengolah sampah dari masyarakat dan pelaku industri di sekitar Sungai Ciliwung.

"Komunal kontrolnya lebih mudah," kata Deputi Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho, di Jakarta, Kamis.

Rudi mengatakan, "kalau ipal dibuat sendiri-sendiri oleh perusahaan, institusi, atau perorangan, kontrolnya akan sulit dilakukan. Berapa pegawai yang selalu memonitor, mengawasi dan memberikan bimbingan."

Jika ipal komunal akan memudahkan pengawasan dan evaluasi sehingga dapat membuat kinerja yang optimal dan terpadu, ujarnya.

Dia juga menuturkan penegakan hukum juga harus dilakukan dengan ketat terhadap seluruh pihak yang membuang limbah ke Sungai Ciliwung.

"Kita harus bergerak bersama-sama tidak saling menyalahkan dan fokus ke depan apa yang harus dilakukan".

]]>
2018-11-14T03:17:00
Gelora Sulsel Soroti IPAL RSUD Massenrempulu Enrekang https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/gelora-sulsel-soroti-ipal-rsud-massenrempulu-enrekang Direktur Gelora Sulsel, Armin Laduri, menyoroti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu.

Itu lantaran IPAL di RSUD Massenrempulu dinilai sudah tidak lagi memadai, sehingga perlu jadi fokus perhatian oleh Pemkab Enrekang.

"Ada beberapa dampak lingkungan yang muncul karena IPAL yang ada sekarang, itu sudah sangat tidak memadai, limbah-limbah di RSUD Massenrempulu itu sudah mulai tidak terkontrol," kata Armin dalam rilisnya kepada TribunEnrekang.com, Kamis (19/7/2018).

Bahkan, pihaknya mendapatkan aduan dari beberapa pengunjung RSUD Massenrempulu yang mencium adanya bau yang tidak sedap di sekitat wilayah rumah sakit



Artikel ini telah tayang di taqindo.com dengan judul Gelora Sulsel Soroti IPAL RSUD Massenrempulu Enrekang.

]]>
2018-11-14T03:05:00
Bangun IPAL untuk Ciptakan Sanitasi Bersih https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/bangun-ipal-untuk-ciptakan-sanitasi-bersih Belum semua warga Desa Pleret memiliki kesadaran untuk tidak membuang hajat secara sembarangan. Karena itu, pemerintahan desa (pemdes) setempat membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Dusun Bunguran melalui Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan tahun lalu.

----------------

Kepala Desa Pleret Agus Supriyono mengungkapkan, pembangunan IPAL di Dusun Bunguran bukannya tanpa alasan. Sebab, lokasi ini termasuk wilayah yang kumuh dibandingkan dusun lainnya di Desa Pleret. Mayoritas warganya masih ada yang buang air besar (BAB) secara sembarangan.

“Kami kerap menemukan warga suka BAB di sungai. Karena itu, kami bangun IPAL di lokasi ini. Sehingga, sungai dan lingkungan setempat tidak tercemar,” kata Agus Supriyono.

Ia menyebut, IPAL ini berfungsi sebagai tempat penampungan sanitasi dan limbah rumah tangga. IPAL ini dihubungkan dengan 75 rumah warga di RW 9. Limbah dari setiap rumah akan disaring terlebih dahulu sebelum olahan ini dibuang ke sungai.

IPAL ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan saja, lokasinya ini dijadikan sebagai balai RW maupun kegiatan kelompok masyarakat. Sehingga, jika ada permasalahan, warga melakukan musyawarah untuk mencari solusi di lokasi ini.

“Saya lihat lokasinya cukup luas dan nyaman. Daripada terbuang tidak digunakan, lebih baik kan dijadikan sebagai tempat perkumpulan,” ungkap Agus.

]]>
2018-10-27T03:24:00
Bojonegoro Terima Bantuan IPAL Senilai Rp 400 Juta https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/bojonegoro-terima-bantuan-ipal-senilai-rp-400-juta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendapatkan bantuan. Kali ini berupa dana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebagai penerima manfaat, Pj Bupati Bojonegoro Suprianto sangat mendukung penuh program Kementerian PUPR pusat. "Harapannya ada peningkatan. Sebab Bojonegoro masih membutuhkan peningkatan sanitasi masyarakat," kata Suprianto di Bojonegoro, Jumat (20/7).

Kepala Dinas Lingkungam Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah menambahkan, proyek IPAL senilai Rp 400 juta itu akan dikerjakan di wilayah Sukorejo. "Semua yang mengerjakan dari Kementerian PUPR. Kami sebagai penerima manfaat," imbuh Nurul.

Sementara itu, acara serah terima bantuan sudah dilakukan di Ballroom Hotel Prime Plaza, Bali. Kementerian PUPR melaksanakan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) dengan 92 bupati dan wali kota se-Indonesia. Salah satunya adalah Bojonegoro.

Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo menyampaikan, sanitasi yang sehat sebagai cermin kesadaran dan kesehatan masyarakat. Sekaligus dapat berdampak multi effect alam. Salah satunya adalah pariwisata.

"Penandatanganan kerja sama ini tentunya sebagai kunci utama dalam penyiapkan infrastruktur berbasis masyarakat di setiap daerah yang berkelanjutan," tuturnya.

]]>
2018-10-27T03:13:00
Tahun Depan Surabaya Mulai Bangun IPAL Rumah Sakit https://taqindo.com/ipal/updates-dan-artikel/tahun-depan-surabaya-mulai-bangun-ipal-rumah-sakit SURABAYA – Kerja sama proses pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit dengan Jepang segera terwujud. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang beberapa hari lalu berkunjung ke Kota Kitakyushu, Jepang, mendapatkan lampu hijau jika program tersebut bisa segera terealiasasi. 

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menegaskan, proses IPAL rumah sakit segera dijalankan. Karena saat ini kondisi rumah sakit mengalami kesulitan membuang limbah dan kondisinya tidak bisa ditunda lagi. Dengan dukungan dari Jepang, maka target pembangunan IPAL rumah sakit bisa dilakukan tahun depan. “Sudah ada persetujuan dan Pemerintah Jepang sudah oke,” katanya. 

Risma mengungkapkan, konsep kerja sama dengan Jepang untuk membangun IPAL akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Untuk memuluskan kerja sama itu, dirinya akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo agar prosesnya semakin lancar dan cepat. “Tidak bisa ditunda lagi. Ini kebutuhan yang mendesak,” ujar mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Senin (6/8). 

Menurutnya, pihak rumah sakit di seluruh Surabaya akan membayar biaya pengolahannya ke IPAL yang nantinya dibangun. Pembuangan ke IPAL rumah sakit hanya dikhususkan untuk rumah sakit di Surabaya, dengan alasan lahan yang terbatas. 

Dia menambahkan, kapasitas tempat pembuangan limbah rumah sakit tersebut bisa menampung hingga 50 ton per hari. Sementara, saat ini limbah rumah sakit di Kota Surabaya hanya sekitar empat ton per harinya. Sangat efisien bisa menampung limbah medis yang cukup banyak. “Jika terwujud masalah limbah rumah sakit akan bisa ditekan dan ditangani dengan cepat,” terangnya. 

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan, mendukung upaya realiasai IPAL rumah sakit di Surabaya. Diharapkan, masalah limbah berbahaya bisa tertangani dengan metode penanganan sampah rumah sakit yang bisa ditangani dengan profesional. “Kerja samanya juga harus jelas nantinya pengelolaannya seperti apa,” ujarnya. 

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, pendataan rumah sakit dan klinik di Surabaya juga harus dilakukan dengan tepat. Sehingga, meski hanya rumah sakit dan klinik di Surabaya yang boleh memanfaatkan IPAL tersebut, harus ada verifikasi yang jelas terhadap fasilitas kesehatan di Surabaya. “Hal itu juga sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan di Surabaya,” pungkasnya.

]]>
2018-10-27T03:10:00
IPAL BIOFILTER -Pengolahan Air Limbah Biofilter https://taqindo.com/ipal/produk-layanan/ipal-biofilter-pengolahan-air-limbah-biofilter Prinsip teknologi pengolahan air limbah biofilter oleh CV. TAQINDO KARYA adalah proses biologis perpaduan aktifitas BIAKAN TERSUSPENSI dan BIAKAN MELEKAT. Biakan tersuspensi yaitu proses pengolahan limbah dimana mikro-organisme yang digunakan tersuspensi dalam air limbah , sedangkan biakan terlekat yaitu mikro-organisme dibiakkan pada suatu media sehingga melekat pada permukaan media. Sering juga proses ini disebut dengan proses film mikrobiologis atau BIO FILM. Sedangkan system yang digunakan oleh CV. TAQINDO KARYA adalah BIO FILTER KOMBINASI ANAEROB AEROB.

Prinsip kerja sistem ini adalah perpaduan penguraian air limbah oleh mikroorganisme yang tersuspensi dan lapisan biofilm yang melekat pada medium akan menguraikan senyawa-senyawa polutan yang ada di dalam air limbah misalnya BOD, COD, ammonia, phosphor dan lainnya. Pada saat bersamaan dengan menggunakan oksigen yang terlarut di dalam air senyawa polutan tersebut akan diuraikan oleh mikro-organisme menjadi biomasa.

Air limbah mengalir dari bawah ke atas (Down Up Flow) menembus kumpulan BIO BALL yang disuplai udara sebagai diffuser. Selama air bersentuhan dengan permukaan media terjadi proses biologis dimana prosestersebut bisa mengurangi kadar BOD dan SS.

Pengolahan air limbah menggunakan proses biofilter anaerob-aerob memiliki beberapa keunggulan antara lain :

  • Pengoperasiannya mudah.
  • Lumpur yang dihasilkan sangat sedikit karena melewati proses rantai makanan yang panjang dan melibatkan mikroorganisme dengan orde yang lebih tinggi dari pada proses lumpur aktif konvensional.
  • Tahan terhadap perubahan beban pengolahan secara mendadak baik konsentrasi maupun kapasitas pengolahan.
  • Kebutuhan udara untuk aerasi relatif kecil.
  • Air buangan memenuhi standar kualitas lingkungan.
  • Dapat di”upgrade” sesuai kebutuhan.

Alat Pengolah Limbah Domestik ( Ipal-Wwtp-Stp) Dengan Menggunakan Sistem Biofilter / Biocell / Jokahsu Atau Biofilm Anaerob Dan Aerob Plus Dengan Konstruksi Dari Bahan Fiberglass/ Frp Dan Beton Terutama Untuk Limbah Domestik.

Aplikasi

  • Rumah Tangga ( Tangki Septik)
  • Perumahan, Perkantoran
  • Hotel, Penginapan
  • Rumah Sakit, Kompleks Pendidikan
  • Pasar, Mall
  • Industri
  • Terminal, Bandara
  • Dll
]]>
2016-10-25T05:20:00
IPA / WTP - Pengolahan Air Bersih https://taqindo.com/ipal/produk-layanan/ipa-wtp-pengolahan-air-bersih Kami menyediakan teknologi pengolahan air baik menggunakan beton, plat baja maupun fiberglass dan PVC .

Kriteria Air Bersih / Air Minum :

  • Kualitas      : memenuhi persyaratan agar berfungsi secara baik dalam penggunanya
  • Kuantitas    : memenuhi kebutuhan agar jumlahnya cukup sesuai kebutuhan
  • Kontinuitas : tersedia dan terjangkau setiap saat

Kualitas :

  • Kualitas fisik        : bau, rasa, warna, suhu dan kekeruhan
  • Kualitas kimiawi :
    Anorganik : ditoleransi hingga batas-batas tertentu, terutama dampaknya terhadap     kesehatan. Contoh maksimum konsentrasi Cu = 1 mg/l, Zn = 5 mg/l

Organik : dibatasi karena dapat bersifat toksik (baik karsinogen, maupun npn-karsigen), seperti senyawa aktif pembentukan pestisida dll

  • Kualitas biologi : indikator pencemaran air oleh aktivitas domestik, contoh : bakteri eschericia coli
  • Kualitas radioaktif : bebas dari zat radioaktif

Jenis Pengolahan Air Bersih :

  • Penjernihan : bertujuan menurunkan kekeruhan, Fe dan Mn
  • Pelunakan  : bertujuan menurunkan kesadahan air
  • Desinfeksi  : bertujuan membunuh bakteri patogen

Jenis Proses Pengolahan Air Bersih :

  • Secara fisika : tidak ada penambahan zat kimia (aditif), contoh: pengendapan, filtrasi, adsorpsi, dll
  • Secara kimiawi : penambahan bahan kimia sehingga terjadi reaksi kimia. Contoh penyisihan logam berat,
    pelunakan, netralisasi , klorinasi , ozonisasi , UV, dsb
  • Secara biologi : memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Contoh saringan pasir lambat

Pengolahan Air Khusus

  • Penurunan kesadahan (air tanah) :Penambahan kapur atau kapur soda
  • Pertukaran ion: Ca++ + Na2R → CaR + 2Na+
  • Penurunan Fe dan Mn : Oksidasi dan pengaturan pH
  • Penyisihan materi terlarut (Total Dissolved Solid) : Membran
  • Penyisihan bau, rasa dan warna: Adsorpsi (karbon aktif)
]]>
2016-10-25T05:11:00
IPAL BIO SEPTIC Pengolahan Limbah Bio Septik Tank https://taqindo.com/ipal/produk-layanan/ipal-bio-septic-pengolahan-limbah-bio-septik-tank CV. TAQINDO KARYA mengembangkan pengolahan limbah domestik dalam bentuk Septic Tank Biofilter Tanpa Kuras. BIO-ST SSeries dan MSeries merupakan pengembangan teknologi tangki septic dengan sistem biofilter anaerob untuk keperluan rumah tangga maupun limbah domestik lainnya yangmemiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan sistem konvensional.

Teknologi ini dipersembahkan untuk turut serta menjaga kualitas air tanah dan lingkungan dengan konstruksi yang kuat dan harga yang relatif terjangkau.

Kondisi Desain :

  • Sistem     : Suspended & Attached Growth Biological Treatment menggunakan Biofilmmedia
  • Tangki     : Fiberglass (FRP)
  • Biomedia : PET / PVC / HDPE
  • Pipa          : PVC
  • Manhole  : Fiberglass (FRP)

Keunggulan :

  • Tidak bocor
  • Keluaran memenuhi standar lingkungan
  • Tidak menyebabkan bau
  • Tidak perlu pengurasan
  • Dapat dipindah sewaktu diperlukan
  • Tahan lama dan bergaransi 10 tahun untuk kerusakan tabung
]]>
2016-10-25T01:13:00
IPAL INDUSTRI Pengolahan Air Limbah Industri https://taqindo.com/ipal/produk-layanan/ipal-industri-pengolahan-air-limbah-industri Untuk mengolah air limbah industri terlebih dahulu perlu dilakukan identifikasi terhadap hal-hal berikut ini :

  • Jenis atau karakteristik air limbah
  • Debit air limbah
  • Ketersediaan dan kondisi lahan
  • Target air olahan yang diharapkan

Terkait dengan teknis pengolahan air limbah industri dapat ditentukan tahapan prosesnya, jenis proses dan alat yang digunakan sebagai berikut :

        1. Tahapan Proses 

Pengolahan air limbah biasanya menerapkan 3 tahapan proses yaitu pengolahan pendahuluan (pre-treatment), pengolahan utama (primary treatment), dan pengolahan akhir (post treatment). Pengolahan pendahuluan ditujukan untuk mengkondisikan alitan, beban limbah dan karakter lainnya agar sesuai untuk masuk ke pengolahan utama. Pengolahanutama adalah proses yang dipilih untuk menurunkan pencemar utama dalam air limbah. Selanjutnya pada pengolahan akhir dilakukan proses lanjutan untuk mengolah limbah agar sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan.

         2. Jenis proses dan alat pengolahan 

Terdapat 3 (tiga) jenis proses yang dapat dilakukan untuk mengolah air limbah yaitu : proses secara fisik, biologi dan kimia.

 1.  Proses fisik dilakukan dengan cara memberikan perlakuan fisik pada air limbah seperti menyaring, mengendapkan, atau mengatur suhu proses dengan menggunakan alat screening, grit chamber, settling tank/settling pond, dll.
 2.  Proses biologi dilakukan dengan cara memberikan perlakuan atau proses biologi terhadap air limbah seperti penguraian atau penggabungan substansi biologi dengan biofilter, lumpur aktif (activated sludge), attached growth filtration, aerobic process dan an-aerobic process.
 3.  Proses kimia dilakukan dengan cara membubuhkan bahan kimia atau larutan kimia pada air limbah agar dihasilkan reaksi tertentu.

 

Untuk suatu jenis air limbah tertentu, ketiga jenis proses dan alat pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau dikombinasikan.

Pilihan mengenai teknologi pengolahan dan alat yang digunakan dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi dan pengelolaannya sehingga sistem IPAL yang dibangun dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

]]>
2016-10-25T01:11:00
IPAL BIOGAS Pengolahan Air Limbah Biogas https://taqindo.com/ipal/produk-layanan/ipal-biogas-pengolahan-air-limbah-biogas CV. TAQINDO KARYA menyediakan teknologi pemanfaatan biogas. Biogas adalah energi yang murah dari bahan-bahan terbarukan seperti kotoran hewan, kotoran manusia, sampah dapur dan sampah bahan organik yang lain sehingga sangat mungkin untuk menggantikan BBM yang terancam habis. CV. TAQINDO KARYA telah mengembangkan penggunaan biogas untuk dijadikan sebuah sistem penghasil energi sekaligus pengolah limbah dan penghasil pupuk cair yang berkualitas tinggi.

Gas bio yang dihasilkan dari proses fermentasi terdiri dari : CH4 atau methane (60-70%), CO2 atau karbon dioksida (20-30%),O2 (1-4%),N2 (0,5-3%), CO atau karbon monoksida (1%) dan H2S (kurang dari 1%). Campuran gas bio ini menjadi mudah membakar jika memiliki kandungan gas methane sebesar lebih dari 50 %.

Apabila gas ini dibakar akan berwarna biru dan menghasil banyak energi panas. Satu meter kubik biogas setara dengan :

  • 5.200-5.900 Kcal
  • memanaskan air 130 Kg air dari 20 derajat sampai mendidih
  • setara dengan 0,46 Kg LPG, 0,8 ltr Bensin, 0,62 ltr Minyak Tanah dan 3,5 kg Arang Kayu
  • menyalakan lampu 60 watt selama 6 jam
  • menghasilkan listrik 1,25 kWh

 

]]>
2016-10-25T01:09:00